UPDATE : INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.pmb.umk.ac.id || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.umk.ac.id/daftar || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2017/2018 GEL. I DIPERPANJANG HINGGA 24 MEI 2017

Efek Herbisida Pada Tanaman

Pada budidaya tanaman sering petani dihadapkan pada berbagai masalah yang terkait dengan hama, penyakit, dan gulma. Bahkan berbagai gangguan tersebut dapat menyebabkan petani gagal panen. Untuk hal tersebut maka perlu diperhatikan gangguan apa yang terjadi pada tanaman yang sedang dibudidayakan. Gangguan tanaman yang disebabkan oleh gulma maka untuk mengatasinya dengan menggunakan herbisida.

Efek dari obat rumput (herbisida) terhadap tanaman pertanian bisa bervariasi tergantung dari jenis herbisida dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Perlu diketahui sebelumnya herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma merupakan racun untuk menghambat pertumbuhan bahkan mematikan bagi tumbuhan.

Jenis Herbisida bervariasi dari yang selektif (sasaran hanya pada tumbuhan tertentu) dan non selektif (sasaran luas hampir pada semua tumbuhan). Dalam memilih herbisida perlu dipertimbangkan terlebih dulu gulma apa yang akan dikendalikan dan pada tanaman apa yang dibudidayakan. Contoh herbisida nonselektif (glifosat) sering digunakan untuk mengendalikan gulma pada tanaman yang berbatang keras, tanpa olah tanah pada pertanaman jagung, singkong, perkebunan sawit, nanas dan mangga. Tetapi tidak cocok untuk pengendalian gulma untuk tanaman lunak seperti kebun bunga dan pertanaman padi karena bisa saja tanaman tersebut ikut mati karena herbisida tersebut. Contoh herbisida selektif pra-tumbuh adalah atrazin biasa digunakan pada pertanaman jagung dan tebu, herbisida ini sasarannya pada gulma berdaun lebar dan sempit.

Selain herbisida kimia ada beberapa herbisida dari bahan alami yang biasa didapat dari sekitar kita seperti ekstrak akar alang-alang dan daun babandotan. Herbisida dari ekstrak babandotan cukup efektif dalam menekan gulma pada pertanaman padi. Penggunaan herbisida baik kimia maupun alami perlu diperhatikan sasaran, cara aplikasi dan dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk pada label kemasan (pada herbisida kimia) atau pestisida alami agar tidak menimbulkan kerugian bahkan berefek negatif pada kematian tanaman pertanian. Bahkan efek jangka panjang penggunaan herbisida yang tidak tepat dosis dan spesifikasinya dapat menyebabkan meningkatnya residu bahan kimia dalam tanah yang berefej negatif bagi kesehatan tanah.

 

Dikutip dari rubrik "Among Tani" Harian Suara Merdeka

INFO KOPERTIS VI

BERITA DIKTI

Go to top