UPDATE : INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.pmb.umk.ac.id || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.umk.ac.id/daftar || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2017/2018 GEL. I DIPERPANJANG HINGGA 24 MEI 2017

BERANI BERORGANISASI? SIAPA TAKUT

 

Setelah lulus perguruan tinggi, sebutan mahasiswa akan hilang, dan akan tergantikan oleh 2 pilihan, diantara pekerja atau pengangguran. Dengan gelar Sarjana tentunya sebutan pengangguran akan sangat memalukan. Mengapa ?. Karena banyak waktu dan biaya yang telah dihabiskan untuk mendapatkan gelar tersebut. Masyarakatpun menganggap gelar Sarjana merupakan gelar yang sangat membanggakan dan menunjukkan pribadi yang berkemampuan dalam bidangnya. Ketika seorang dengan gelar Sarjana banyak yang pengangguran, akan muncul mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap gelar dan kemampuan seseorang tersebut.

 Dewasa ini, tidak hanya hardskill yang dibutuhkan untuk dapat bersaing dalam mendapatkan pekerjaan, melainkan juga softskill. Softskill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Sedangkan hardskill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmu. Jadi, IPK tinggi tidak mutlak menentukan dapat pekerjaan atau tidak, melainkan ada hal lain yang juga dapat mempengaruhi seseorang dalam mendapatkan perkerjaan, softskill sebutannya.

Untuk mengasah softskill dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan aktif dalam organisasi. Ada banyak organisasi yang ada di Universitas dengan slogan andalan “Cerdas dan Santun” ini, yaitu HIMA, BEM, UKM, dan lain sebagainya. Mengapa aktif organisasi dapat mengasah softskill ?. Karena dengan aktif dalam organisasi individu akan terbiasa melakukan musyawarah atau presentasi didepan umum, terbiasa berdiskusi mengenai visi dan misi kedepan, dan belajar mengelola emosi dalam situasi dan kondisi tertentu, sehingga secara tidak langsung sikap, tingkah laku, maupun etika dapat diasah menjadi lebih baik.

Maka dari itu, mahasiswa pertanian dihimbau dapat mengasah softskillnya melalui aktif dalam berorganisasi, karena setelah lulus dari perguruan tinggi, mahasiswa pertanian berkemungkinan lebih besar untuk bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Masyarakat berharap mahasiswa pertanian dapat berkontribusi untuk memajukan pertanian Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat pertanian merupakan titik utama kehidupan, yaitu persediaan pangan.

Jadi, dengan pentingnya mengikuti organisasi, diharapkan mahasiswa pertanian dapat aktif dalam berorganisasi (Luffa Ade)

 

INFO KOPERTIS VI

BERITA DIKTI

Go to top