UPDATE : INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.pmb.umk.ac.id || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU KUNJUNGI : www.umk.ac.id/daftar || PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2017/2018 GEL. I DIPERPANJANG HINGGA 24 MEI 2017

Beranda

Tiga Mahasiswa Agroteknologi Siap Bertanding Dalam PEKSIMIDA XIII Jawa Tengah 2016

PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) merupakan event perlombaan bidang seni tingkat nasional untuk mahasiswa yang diadakan setiap dua tahun sekali. Untuk dapat berpartisipasi dalam event tersebut, mahasiswa harus melalui berbagai tahapan seleksi dari kampus dan tingkat regional. PEKSIMINAS XIII sendiri akan dilaksakan di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Dalam mencari kandidat kontingen untuk mewakili Jawa Tengah, BPSMI akan melaksanakan PEKSIMIDA (Pekan Seni Mahasiswa Daerah).

Tangkai lomba yang dilombakan antara lain : Fotografi, Lukis, Desain Poster, Komik Strip, Vocal Group, Solo Vocal (Dangdut, Pop, Keroncong, dan Seriosa), Tari, Baca Puisi, Penulisan Cerpen, Penulisan Lakon, dan Penulisan Puisi. Dalam hal ini, UMK akan mengirimkan mahasiswa-mahasiswa berbakat untuk mengikuti lomba tersebut. Tiga diantaranya merupakan mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian, yakni : Amin Suyitno, Muhammad Choirul Umam, dan Niswati Nurazizah.

Selengkapnya: Tiga Mahasiswa Agroteknologi Siap Bertanding Dalam PEKSIMIDA XIII Jawa Tengah 2016

Budidaya Terong Organik

Terong merupakan salah satu komoditas yang disukai banyak orang, bisa digunakan untuk bahan pembuat sayur. Seperti saat ini banyak dijual menu dengan sajian penyet misalnya terong penyet. Terong sangat mudah dibudiayakan dan tidak perlu penanganan yang rumit. Terong dapat hidup di dataran rendah sampai ketinggian 1200 mdpl dan suhu optimum 18 - 25 derajat celcius. Untuk pembentukan warna buah, terong memerlukan pencahayaan yang cukup. Terong tumbuh dengan baik pada tanah lempung berpasir dan mengandung abu vulkanis dengan pH 5-6. Waktu penanaman terong yang tepat adalah awal musim kemarau.

Selengkapnya: Budidaya Terong Organik

Memilih Benih Jagung Unggul

Tanaman Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Tanaman jagung berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakan jagung dengan sebutan "mais" sedangkan orang Inggris menamakannya "corn".

Varietas unggul mempunyai sifat seperti produksinya tinggi, umur pendek, tahan terhadap serangan hama dan penyakit dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu jagung hibrida dan varietas unggul bersari bebas. Jagung varietas unggu umunya memiliki daya tumbuh tinggi, murni, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat.

Pada umunya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang tinggi. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya lebih mahal dan hanya dapat digunakan satu kali tanam serta tersedia dalam jumlah terbatas.

Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain : Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru, Hibrida C1, Hibrida IPB, Kalingga, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit, Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2. Apabila ingin menggunakan varietas hibrida maka dapat dicermati pada beberapa contoh varietas hibrida yang ada.

Di Indonesia, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, Yogyakarta, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus Daerah Jawa Timur dan Madura, budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya.

 

Dikutip dari rubrik "Among Tani" Harian Suara Merdeka

Efek Herbisida Pada Tanaman

Pada budidaya tanaman sering petani dihadapkan pada berbagai masalah yang terkait dengan hama, penyakit, dan gulma. Bahkan berbagai gangguan tersebut dapat menyebabkan petani gagal panen. Untuk hal tersebut maka perlu diperhatikan gangguan apa yang terjadi pada tanaman yang sedang dibudidayakan. Gangguan tanaman yang disebabkan oleh gulma maka untuk mengatasinya dengan menggunakan herbisida.

Efek dari obat rumput (herbisida) terhadap tanaman pertanian bisa bervariasi tergantung dari jenis herbisida dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Perlu diketahui sebelumnya herbisida yang digunakan untuk mengendalikan gulma merupakan racun untuk menghambat pertumbuhan bahkan mematikan bagi tumbuhan.

Selengkapnya: Efek Herbisida Pada Tanaman

Agar Kelengkeng Berbuah Tebal

Tanaman Kelengkeng merupakan tanaman buah yang banyak digemari oleh masyarakat, selain rasanya yang manis tanaman ini dapat berbuah tidak mengenal musim, berpotensi untuk bisnis, dapat ditanam pada rendah dan dapat ditanam pada lahan yang sempit bahkan dapat ditanam dalam pot.

Dari jenis kelengkeng yang dibudidayakan dapat dipilih jeis kelengkeng pingpong, kelengkeng diamond river, kelengkeng kristalin, dan kelengkeng itoh.

Selengkapnya: Agar Kelengkeng Berbuah Tebal

Halaman 4 dari 6

INFO KOPERTIS VI

BERITA DIKTI

Go to top