KUDUS - BEM Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus melakukan gerakan menanam 1000 pohon pada hari Kamis, 28 November 2019 di kawasan hutan Resot Pemangkuan Hutan (RPH) Ternadi desa Ternadi, Kecamatan Dawe. Gerakan ini dinisiasi oleh PERHUTANI KPH Pati dalam rangka hari pohon sedunia yang jatuh pada tanggal 21 November. Acara yang dihadiri langsung oleh kepala ADM Perhutani KPH Pati ini diharapkan mampu mendukung kelestarian hutan secara berkelanjutan. Bibit yang ditanam sebanyak 22.000, terdiri dari bibit buah dan sebagian besar bibit pohon pinus.

Kegiatan dibuka dengan penanaman pohon pertama oleh Sukidi selaku ADM KPH Pati bersama dekan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus, Ir. Zed Nahdi, M.Sc. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan menanam sesuai dengan lokasi penanaman yang telah disediakan. Sebelumnya, Sukidi menjelaskan bahwa penanaman bibit harus tepat artinya media akar tidak boleh rusak agar kondisi akar tetap terjaga, bibit yang sudah ditanam juga harus diikatkan dengan ajir agar tidak mudah roboh, setelah bibit ditanam segera dilakukan penyiraman mengingat kondisi tanah yang kering. “Harapanya nanti akan berkembang dan terus memberi manfaat khususnya bagi lingkungan hutan yang ada” Tutur Ir. Zed Nahdi, M.Sc. (nindya_fp)

UMK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UMK adakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Dasar (LKMM) untuk Mahasiswa baru angkatan 2019. Acara yang menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung selama tiga hari, dimulai dari 8 November sampai 11 November 2019. di Gedung R Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. Rangkaian acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Ir. Zed Nahdi, M.Sc dan dilanjutkan dengan sambutan dari kaprogdi dan paparan materi dari wakil dekan III bidang kemahasiswaan, Ir. Suharjianto, MP.

Selain paparan materi dari dosen, mahasiswa peserta LKMM-Dasar juga dibekali materi oleh alumni Fakultas Pertanian UMK di hari kedua. Pada hari kedua pula, peserta diajak untuk bermain permainan secara berkelompok yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kerjasama antar anggota tim.

Misbah, mahasiswa Agroteknologi angkatan 2018, selaku ketua panitia LKMM tahun 2019 manuturkan bahwa LKMM ini diadakan dengan tujuan untuk membentuk karakter generasi muda khususnya untuk pada mahasiswa agar memiliki jiwa kepemimpinan dalam berorganisasi.

“kegiatan ini juga akan membekali keterampilan dasar mahasiswa dalam berkomunikasi, mengenal potensi diri dan mengembangkan sifat kritis” terangnya.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan acara pensi dari masing-masing kelompok dan penutup di hari ketiga. (nindya_fp)

 

THAILAND - Penandatanganan MoU antara Universitas Muria Kudus dan Thaksin University dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2019 di Songkhla, Thailand. Acara diawali dengan presentasi dari kedua universitas dalam hal ini UMK diwakili  Rektor yaitu Dr. suparnyo, SH, MS. Dan pihak Thaksin University yaitu Vice President Assoct. Prof. Phaiboon Daungchan. Sesi kedua meeting dan diskusi yang dihadiri juga segenap jajaran vice President, IRO (Internasional realition office) dan dekanat, sedangkan dari pihak UMK selain rektor turut serta Dekan Fakultas Pertanian Ir. Zed Nahdi, M.Sc. dan representative OIA (Office of International Affairs) Nova Laili Wisuda, M.Sc.

Dalam sesi diskusi Asst. Prof. Dr. Surasak Kochapakdee,  dekan Faculty of Technology and Community development memaparkan mereka telah lama bekerjasama dengan Fakultas Pertanian sejak 2016 berupa Staff dan students exchange, hingga joint research. Ke depan diharapkan kegiatan akan lebih terbuka untuk semua fakultas di kedua universitas seperti kegiatan visiting lecturers, Internasional seminar, culture program dan joint research. (nova_fp)

KUDUS - Sebanyak 49 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus mengikuti acara yudisium dan pelepasan ke 63 Periode Genap Tahun 2018/2019 calon wisudawan dan wisudawati di Aula Masjid Universitas Muria Kudus.

Dalam yudisium dan pelepasan wisudawan dan wisudawati kali ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus. Dengan jumlah wisudawan laki-laki sebanyak 32 mahasiswa dan dan perempuan sebanyak 17 mahasiswa.

Adapun untuk mahasiswa cumlaude berjumlah 14 orang dengan lulusan terbaik yaitu Luffa Ade Novita Sari, NIM 201541015 dengan perolehan IPK 3,92.

Dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus Ir. Zed Nahdi, M.Sc. menyampaikan bahwa acara pelepasan ini merupakan awal bagi mahasiswa untuk masuk ke dunia luar dimana seorang mahasiswa akan dituntut untuk bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan di perguruan tinggi kepada masyarakat. "Hal ini juga merupakan wujud syukur kita kepada tuhan yang telah memberikan ilmu kepada kita, semoga kitatermasuk hamba Allah yang pandai bersyukur" tambahnya.

Ir. Zed Nahdi, M.Sc juga mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah lulus jenjang Strata I Fakultas pertanian Universitas Muria Kudus. (fp_umk)

KUDUS - Kesadaran akan bahaya banjir di Kudus, ratusan mahasiswa Agroteknologi Universitas Muria Kudus melakukan kegiatan bersih sungai dengan warga setempat dan pihak dinas terkait. Mahasiswa yang tergabung dalam anggota BEM Fakultas Pertanian UMK turut mengajak mahasiswa baru angkatan 2019 untuk melakukan aksi yang dilaksanakan hari Jumat 4/10/2019 tersebut.

Kegiataan dimulai dengan mengambil sampah-sampah di sungai khususnya di bagian hulu sungai Gelis, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog. Sebelum musim penghujan tiba, aliran sungai tak deras sehingga lebih leluasa untuk memungut plastik diantara bebatuan sungai. Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Puji Harini menuturkan bahwa Kegiatan bersih-bersih sungai Gelis ini adalah yang pertama, sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah merupakan yang keempat kalinya

Dosen Agroteknologi mendukung dengan turut serta dalam kegiatan ini. Salah satu dosen yang mengikuti kegiatan tersebut, Drs. Hendy Hendro HS. M.Si mengatakan bahwa sungai gelis ini bermuara turun ke bawah sehingga sangat berpotensi bencana kalau sampah di aliran sungai menumpuk. Sampah yang paling banyak ditemukan yaitu sampah plastik. Sebanyak lima kuintal sampah plastik dapat dikumpulkan pada acara bersih sungai yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut. Acara ini juga diharapkan menumbuhkan semangat mengurangi sampah plastik bagi mahasiswa dan kekompakan mahasiswa Agroteknologi lintas angkatan. (nindya_fp)

KUDUS - Universitas Muria Kudus dan Thaksin University Thailand telah lama melakukan kerjasama di bidang akademik. Diawali pada tahun 2016, kerjasama yang pernah dijalin antara lain program internship dosen selama satu bulan dilanjutkan pada tahun 2017 pengiriman tiga mahasiswa program Studi Agroteknologi dalam kegiatan AAUN bersama kampus malayasia indonesia serta jepang. Dari Thaksin University juga telah mengirim lima mahasiswa ke Universitas Muria Kudus untuk mengikuti kegiatan Joint Summer pada tahun yang sama.

Pada tahun 2018, tiga dosen Thaksin University yakni Dr. Samak Kaewsuksaeng, Dr. sorapong Benchasri dan Dr. Prisana Wongloom memberikan kuliah umum kepada mahasiswa agroteknologi Universitas muria Kudus. Dalam kesempatan tersebut mereka melakukan diskusi ilmiah dg segenap jajaran dosen membahas tentang kemungkinan kerjasama di bidang penelitian dan melakukan serangkaian konsorsium bersama.

Di tahun ini Dr. samak memberikan kesempatan  kepada dua mahasiswa agroteknologi yang terpilih untuk melakukan riset di thailand. Tema dari riset tersebut adalah "manajemen pasca panen buah". Negara seperti jepang dan thailand terkenal teknologi di bidang pasca panen buah, mereka mampu menyimpan buah-buahan dalam waktu yg lama dengn kondisi serta kualitas yg terjaga namun tetap memperhatikan keamanan pangan. Dua mahasiswa Agroteknologi UMK yakni Natasya Pradina dan Erna Mutiasari sedang mempelajari tentang teknologi mutakhir nano mouist dan pengaruhnya pada buah-buahan. Untuk Natasha Pradina dikhususkan dengan riset pada buah Melon Cantaloupe dan Erna Mutiasari melakukan riset pada buah jeruk endemik Thailand "somchuck". Diharapkan riset pada pertengahan oktober tahun ini, memberikan gebrakan pada students mobility UMK secara umum dan Progdi Agroteknologi UMK secara khusus. (nova_fp)

 

 

 

KUDUS - Potensi desa Jrahi dilirik oleh Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus (UMK) sebagai sesuatu yang patut untuk dikembangkan. Desa ini terletak di Kecamatan Gunung wungkal Kabupaten Pati atau sekitar 35 km dari pusat kota. Desa yang termasuk kedalam grand design perbaikan DAS Muria ini memiliki bambu yang melimpah dan baik kualitasnya. Bambu berjenis bambu petung ini memiliki rebung yang rasanya manis dan enak. Hal ini karena bambu petung ini hasil dari teknik budidaya kultur jaringan yang telah dilakukan oleh dinas kehutanan Pati.

Dosen Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian UMK, Drs. Hendy Hendro HS. M.Si menyatakan bahwa sebaiknya bambu di desa Jrahi tidak hanya dimanfaatkan rebungnya saja, namun dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan perekonomian dan daya guna lahan seperti menjadikan desa Jrahi menjadi desa hayati. Desa hayati (biovillage) adalah model pengelolaan lahan dengan menggunakan sistem pertanian terpadu, melalui program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan mesyarakat, dan perbaikan lingkungan. Desa hayati bukan hanya konservasi plasma nutfah tetapi juga konservasi lingkungan, air dan lahan.

Selama ini bambu di desa Jrahi hanya dimanfaatkan tunas rebungnya saja, padahal jika dimanfaatkan dengan kreatif bambu dapat dijadikan bahan kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi. Selain bambu terdapat beberapa tanaman seperti alpukat, nangka dan juga kopi. Bergandengan dengan Dinas Kehutanan, KLHK Pati dan dua guru besar dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Ir. MTh. Sri Mudiastuti dan Prof. Dr. Ir. Djoko Purnomo, Drs. Hendy Hendro HS. M.Si akan membuat konsep demplot agroforestry dengan komoditas/tanaman yang cocok di daerah tersebut. Saat ini empat orang mahasiswa progdi Agroteknologi UMK sedang melakukan penelitian yang merupakan bagian dari pembuatan konsep demplt tersebut. (nindya_fp)


 

 

Page 1 of 3